Sabtu, 2008 Juni 21

Keajaiban Waktu di Kampung Sampireun


BAK bertapa, menyepi di Kampung Sampireun memberikan keajaiban tersendiri. Waktu demi waktu yang berjalan memberikan berkah dan ilham tersendiri bagi mereka yang menyempatkan waktu datang ke sana. Bumi Pasundan selalu dipenuhi keajaiban dan keindahan. Setiap sudutnya, memberikan pesona yang tiada tara. Salah satu keajaiban itu bisa Anda temukan di Kampung Sampireun. Resor yang terletak di Kampung Ciparay, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Garut, ini laksana berlian. Menggoda dan sangat membius semua orang yang datang. Di sini Anda dapat merasakan pemandangan alam pedesaan yang tenang, serta embusan udara sejuk pegunungan. Semilir angin lembut sangat terasa dan gemerisik pohon bambu yang tertiup angin dengan diiringi alunan musik khas tanah Sunda terasa nikmat saat duduk di bale-bale. Kampung Sampireun memang sudah tidak asing lagi bagi warga Jakarta. Jaraknya sangat dekat. Untuk mencapai lokasi ini dibutuhkan waktu sekitar 4-5 jam dari Jakarta atau satu jam dari Bandung dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi. Resor Kampung Sampireun merupakan karya arsitek lokal Garut, Djembar Nugrah. Terinspirasi dengan Hotel Radium pada tahun 1940, bersama Arief, dia kemudian membangun resor ini.Kerja sama itu terjalin karena Arief memiliki danau pribadi. Danau itu juga dikelilingi hutan yang masih sangat alami. Pembangunan dimulai pada tahun 1999. Semua bahan-bahan bangunan di resor ini asli dari wilayah setempat. Ini bisa dilihat dari cottage di Kampung Sampireun yang terbuat dari bambu dan daun pohon kelapa. Untuk mendekatkan dengan alam, mereka menggabungkannya dengan kehidupan kampung, tradisi, dan kebudayaan setempat. Resor ini hadir dengan konsep boutique yang berdiri di hamparan taman yang dikelilingi pohon bambu. Dengan menghadirkan suasana kampung tatar Sunda dengan kesan indah, nyaman, tenteram, pemandangan yang indah dan lingkungan yang tenang, udara bersih dan segar menjadikan resor ini tempat yang tepat untuk berlibur atau menyepi dari keramaian. Sensasi di sore, malam, dan pagi hari Di Kampung Sampireun, waktu seperti sebuah berkah. Membuat Anda sulit untuk melepaskan detik demi detik di resor ini. Suasana yang hening, pendaran lampu templok dan obor, serta bunyi hewan-hewan malam yang keluar dari kampung ini seolah menghilangkan kepenatan yang ada di kepala. Saat Anda datang, staf yang berpakaian Sunda langsung datang menyambut. Tak berhenti di situ, tamu akan disuguhi minuman "Selamat Datang" yang disebut bajigur maupun bandrek ditemani camilan rangginang. Kemudian, tamu akan diantar dari lobi ke bungalo oleh perahu. Sepanjang jalan terus berlanjut keindahan alami Kampung Sampireun. Setelah itu, sekeliling Anda adalah air. Mulai dari room service hingga pemesanan makanan, semuanya menggunakan rakit. Jika malam menawarkan keheningan, sore hari di kampung ini memberikan rasa teduh yang tiada terkira. Setiap sore, musik tradisional Sunda, sekelompok pemusik lengkap dengan baju barangbang semplak, mengelilingi danau memainkan musik calung. Musik yang mereka dendangkan seolah mengiringi para tamu yang datang untuk beristirahat dengan nyaman. Kala pagi hari, Anda akan dikejutkan dengan suasana perkampungan Ciparay. Hamparan sawah, bentangan gunung dan aktivitas warga kampung membuat Anda merasa sangat bersyukur bisa mengalami sensasi ini.(sindo//tty)